Kewirausahaan 1, Lisaniah Amini Lisa'Ilina, Hapzi Ali, Berfikir Kreativitas dan Inovasi, Universitas Mercu Buana, 2018.PDF

Description
1. KEWIRAUSAHAAN 1 Pertemuan 4 Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Kewirausahaan I” Dosen pengampu : Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM, CMA Oleh : Lisaniah Amini…

Please download to get full document.

View again

of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information
Category:

Small Business & Entrepreneurship

Publish on:

Views: 0 | Pages: 8

Extension: PDF | Download: 0

Share
Transcript
  • 1. KEWIRAUSAHAAN 1 Pertemuan 4 Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Kewirausahaan I” Dosen pengampu : Prof. Dr. Ir. H. Hapzi Ali, MM, CMA Oleh : Lisaniah Amini Lisa’Ilina (43217110150) S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA 2018
  • 2. Pengertian Kreativitas dan Inovasi A. Kreativitas Kreativitas secara etimologi berasal dari bahasa latin yakni creare yang berarti mencipta. Akar kata ini kemudian juga digunakan dalam bahasa Inggris, to create. Kata creare dalam bahasa latin ini, awalnya menunjuk pada Tuhan atau dewa yang menciptakan sesuatu. Kini, dengan nuansa yang berbeda, secara sederhana kata ini dapat dikenakan kepada manusia sejauh menunjuk pada kemampuannya untuk membuat sesuatu yang sebelumnya ‘tidak ada’ menjadi ada, atau kemampuan untuk mengadakan sesuatu yang baru. Ciri-ciri umum orang yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif. Kreativitas adalah: “Berpikir sesuatu yang baru”. “Kreativitas sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dalam menghadapi peluang”. Kreativitas merupakan suatu topik yang relevan tidak hanya bagi wirausaha yang baru memulai, tetapi juga bagi bisnis dan kegiatan bisnis pada umumnya. Kretivitas merupakan sumber penting dalam penciptaan daya saing untuk semua organisasi yang peduli terhadap growth (pertumbuhan) dan change (perubahan). Ada beberapa syarat agar orang menjadi kreatif yaitu: 1. Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience). 2. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce seeing things in unusual ways). 3. Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites)
  • 3. 4. Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence in judgement, thought and action) 5. Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy) 6. Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance) 7. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group standart and control). 8. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing to take calculated risks). Hal hal tersebut dapat memenuhi kreativitas yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk menghadirkan suatu gagasan baru. Maka, kreativitas itu merupakan sebuah proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Kreativitas seseorang yang semacam itu dipengaruhi oleh bakat, pengetahuan, dan lingkungan. Kreativitas merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan karena adanya perubahan lingkungan. B. Inovasi Inovasi merupakan penerapan secara praktis gagasan kreatif. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Inovasi adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan. Inovasi adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variabel, yang sudah ada sebelumnya. Salah satu karakter yang sangat penting dari wirausahawan adalah kemampuannya berinovasi. Tanpa adanya inovasi perusahaan tidak akan dapat bertahan lama. Hal ini disebabkan kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan berubah-ubah. Perusahaan dapat melakukan inovasi dalam bidang: 1. Inovasi produk (barang, jasa, ide dan tempat). 2. Inovasi manajemen (proses kerja, proses produksi, keuangan pemasaran, dll).
  • 4. Dalam melakukan inovasi perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Menganalisi peluang, 2. Apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, 3. Sederhana dan terarah, 4. Dimulai dari yang kecil, dan 5. Kepemimpinan Inovasi dapat dilihat sebagai ide, praktek atau obyek yang dianggap baru oleh seorang individu atau unit pengguna lainnya. Inovasi merupakan kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. Ada beberapa alasan yang menjadikan inovasi sangat penting. Di antaranya : 1. Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru. 2. Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang menimbulkan inovasi. 3. Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuhan kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Oleh karena itu skill inovatif dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan. 4. Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan produk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu. 5. Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan menciptakan posisi korporat yang lebih baik.
  • 5. C. Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan Dalam mengelola usaha, keberhasilan seorang pengusaha terletak pada sikap dan kemampuan berusaha, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Sementara itu, semangat atau etos kerja yang tinggi seorang pengusaha terletak pada kreativitas dan rasa percaya pada diri sendiri untuk maju dalam berwirausaha. Seorang pengusaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap gagasan-gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya. Memang, Kita tidak mungkin sepenuhnya memiliki gambaran yang lengkap mengenai sesuatu yang akan datang, tetapi tindakan kita akan memiliki konsekuensi di masa depan. Oleh karena itulah, kita memerlukan pemikiran yang kreatif yang membantu untuk melihat konsekuensi dari tindakan serta untuk memberikan alternatif tindakan. Pemikiran kreatif berhubungan secara langsung dengan penambahan nilai, penciptaan nilai, serta penemuan peluang bisnis. Pola pemikiran kreatif juga dibutuhkan untuk menggambarkan keadaan masa depan, di mana seorang Wirausaha akan beroperasi, juga akan memberikan gambaran yang tidak dapat dihasilkan oleh eksplorasi terhadap trend masa kini. Sebagai analogi, supaya kita tidak terlalu mengawang awang membayangkan masa depan, kita bisa beranjak pada masa sekarang. Apa yang ada sekarang ini, dengan kemajuan dan kecanggihan teknologinya tidak bisa kita dapatkan begitu saja pada 10 tahun yang lalu. Dunia usaha yang terjadi sekarang dengan perubahan yang semakin lama semakin pesat, tidak terperhitungkan pada waktu waktu itu sehingga harus dipahami bahwa trend, mode, teknologi, dan kebutuhan serta pemenuhannya umumnya bersifat temporer atau sementara. Di situlah, kreativitas berhadapan dengan kreativitas. Perubahan jaman karena adanya kreativitas dan juga inovasi, harus dihadapi dengan kreativitas dan inovasi yang makin lama harus semakin cerdas. Ciri-ciri tentang pemikiran kreatif adalah sebagai berikut : 1. sensitif terhadap masalah-masalah, 2. mampu menghasilkan sejumlah ide besar, 3. fleksibel,
  • 6. 4. keaslian, 5. mau mendengarkan perasaan, 6. keterbukaan pada gejala bawah sadar, 7. mempunyai motivasi, 8. bebas dari rasa takut gagal, 9. mampu berkonsentrasi, dan 10. mempunyai kemampuan memilih. Seorang Wirausahawan yang memliki daya pengembangan kreativitas yang tinggi akan dapat merombak dan mendorongnya di dalam pengembangan lingkungan usahanya menjadi berhasil. Karena dengan kreativitas seorang Wirausahawan dapat: 1. meningkatkan efisiensi kerja, 2. meningkatkan inisiatif, 3. meningkatkan penampilan, 4. meningkatkan mutu produk, dan 5. meningkatkan keuntungan. Seorang Wirausahawan yang kreatif selalu dihujani bahan-bahan informasi bisnis melalui televisi, surat kabar, majalah, percakapan dengan orang lain, laporan, surat, memo, pengumuman, selebaran, telepon dan sebagainya. Bagi kalangan Wirausahawan, tingkat kreativitas akan sangat menunjang dalam kemajuan bisnis. Dalam lingkungan bisnis global, di mana perubahan begitu cepat, organisasi dipaksa membutuhkan orang- orang kreatif yang dapat mengantisipasi dan tanggap terhadap perubahan. D. Proses untuk berpikir Kreatif dan Inovasi 1. Latar Belakang atau Akumulasi Pengetahuan Kreasi yang baik biasanya didahului oleh penyelidikan dan pengumpulan informasi. Hal ini meliputi membaca, berbicara dengan orang lain, menghadiri pertemuan pro-fesional dan penyerapan informasi sehubungan dengan masalah yang tengah digeluti. Sebagai tambahan dapat juga
  • 7. menerjuni lahan yang berbeda dengan masalah kita karena hal ini dapat memperluas wawasan dan memberikan sudut pandang yang berbeda- beda. 2. Proses Inkubasi Dalam tahap ini seseorang tidak selalu harus terus menerus memikirkan masalah yang tengah dihadapinya, tetapi ia dapat sambil melakukan kegiatan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah. Akan tetapi, ada waktu-waktu tertentu di mana ia harus menyempatkan diri memikirkan masalah ini untuk pemecahannya. Pemecahan masalah inilah yang akan mendorong adanya kreativitas dan inovasi. 3. Melahirkan Ide Ide atau solusi yang seirama ini dicari-cari mulai ditemukan. Terkadang ide muncul pada saat yang tidak ada hubungannya dengan masalah yang ada. Ia bisa muncul tiba-tiba. Di sini ia harus dapat dengan cepat dan tanggap menangkap dan memformulasikan baik ide maupun pemecahan masalah lanjutan dari ide tersebut. 4. Evaluasi dan Implementasi Tahap ini merupakan tahap tersulit dalam tahapan-tahapan proses kreativitas karena dalam tahap ini seseorang harus lebih serius, disiplin, dan benar-benar berkonsentrasi. Wirausahawan yang sukses dapat mengidentifikasi ide-ide yang mungkin dapat dikerjakan dan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Lebih penting lagi, ia tidak menyerah begitu saja bila menghadapi hambatan. Bahkan biasanya ia baru akan berhasil mengembangkan ide-ide setelah beberapa kali mencoba. Hal penting lain dalam tahapan ini adalah di mana Wirausahawan mencoba-coba kembali ide-ide sampai menemukan bentuk finalnya karena ide yang muncul pada tahap c tadi biasanya dalam bentuk yang tidak sempurna. Jadi, masih perlu dimodifikasi dan diuji untuk mendapatkan bentuk yang baku dan matang dari ide tersebut.
  • 8. E. Mengembangkan Sikap Kreativitas Kembali ke masalah mentalitas, manusia yang pesimis menganggap hidup ini hanya dipenuhi oleh penderitaan dan masalah yang sulit diatasi, sedangkan manusia yang optimis memandang bahwa hidup ini penuh dengan kesempatan dan kemungkinan untuk maju dan berhasil dalam hidup. Manusia yang optimis mempunyai daya imajinasi yang positif yang dapat menolong pemikiran yang kreatif. Keinginan, angan-angan, cita-cita, tujuan hidup, masalah kehidupan, perbintangan, nasib, takdir, ataupun segala pengalaman diri kita selama hidup ini dapat merangsang jiwa kita untuk berpikir kreatif. Untuk itu kita hendaknya memiliki daya cipta yang dinamis. Kita harus senantiasa sadar dan waspada terhadap segala yang terjadi di sekitar kita dan mengambil manfaat dari setiap peristiwa. Ada beberapa hambatan mental yang dapat mengurangi daya imajinasi kita di antaranya: 1. pandangan hidup yang sempit dan kebodohan, 2. kepercayaan terhadap takhayul, 3. keputusasaan atau mudah menyerah 4. kurangnya kepercayaan pada diri sendiri, 5. kekhawatiran akan kegagalan. Sumber : 1. Baldacchino. 2008. “Entrepreneurial Creativity and Innovation”, The First International Conference on Strategic Innovation and Future Creation, University of Malta, Malta. 2. Bjerke, B. 2005. Managing Entrepreneurship on Whose Terms? in Research at the Marketing/ Entrepreneurship Interface, Edited by Hills, G. and Miles, M., Chicago: University of Illinois. 3. Bustami, Bernadien, Sandra Nurlela & Ferry. 2007. Mari Membangun Usaha Mandiri: Pedoman Praktis Bagi UKM, Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
  • Related Search
    Similar documents
    View more...
    We Need Your Support
    Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

    Thanks to everyone for your continued support.

    No, Thanks